Karma buruk ringan akan lenyap,
yang berat akan diringankan.
2.
Orang akan dilindungi para dewa, dan tidak akan
celaka akibat bencana alam maupun kecelakaan akibat
perbuatan manusia.
3.
Orang akan selalu terbebas dari penderitaan
akibat kebencian dan dendam.
4.
Orang tidak akan bisa disakiti oleh yaksa, makhluk
halus, dan binatang buas.
5.
Pikiran akan menjadi tenang, terbebas dari gangguan
dan mimpi buruk.
6.
Air muka akan berseri-seri dan bercahaya.
7.
Orang akan penuh dengan energi yang mulia.
8.
Orang yang mempraktikkan Dharma dengan sepenuh
hati akan memperoleh kebutuhan hidup yang cukup.
9.
Keluarga akan harmonis dan diberkati dengan
nasib baik dan kebijaksanaan.
10.
Orang yang mempraktikkan apa yang dia babarkan
akan dihormati dan disayangi semua orang.
11.
Orang yang bodoh akan mendapatkan kebijakan.
12.
Yang sakit akan sembuh.
13.
Yang miskin akan mendapatkan kemak-muran.
14.
Orang akan terbebas dari kelahiran kembali di alam-alam negatif.
15.
Orang akan memiliki kemampuan untuk membantu orang lain tumbuh di dalam kebijaksanaan dan memperoleh pahala karena berbuat seperti itu.
16.
Orang akan selalu mampu mempelajari Dharma, hingga kebijaksanaan dan penembusan spiritualnya tumbuh sempurna dan menjadi Buddha.
Buku Dharma berisi ajaran-ajaran Sang Buddha; mereka memiliki kekuatan untuk melindungi kita dari kelahiran di alam rendah dan menunjukkan jalan kepada pembebasan. Oleh karenanya, buku Dharma harus diperlakukan dengan penuh hormat jauhkan dari lantai dan tempat orang duduk dan berjalan dan jangan dilangkahi. Buku Dharma harus ditutupi dan dilindungi jika akan dipindahkan ke tempat lain, dan disimpan di tempat yang tinggi, dan bersih, terpisah dari benda-benda yang lebih ‘duniawi’. Benda lain jangan ditempatkan di atas buku maupun materi Dharma lainnya.
Menjilat jari untuk membalik halaman juga dianggap sebagai bentuk karma yang buruk dan negatif. Jika memang harus membuang benda-benda Dharma, janganlah dicampakkan begitu saja ke tempat sampah, lebih baik dibakar. Jika mau membakar naskah Dharma, akan dianggap terampil jika diawali dengan membaca doa atau mantra, seperti OM AH HUNG. Lalu Anda bisa memvisualisasikan huruf-huruf dari naskah Dharma tersebut (yang akan dibakar) terserap ke dalam AH, dan AH terserap ke dalam diri Anda. Setelah itu, Anda boleh membakar naskah tersebut.
Pertimbangan seperti ini juga harus diingat untuk untuk benda-benda seni yang ada kaitannya dengan Dharma, dan naskah maupun hasil seni dari agama lain.