Ketuhanan Dalam Agama Buddha Sebuah Pembicaraan Awal
Mengapa Kita Harus Berbuat Kebajikan?
Sari Ajaran Sang Buddha
Dharma Keseharian (14 Pedoman)
Jalan Hidup Sejati
Bagaimana Mengembangkan Kebahagiaan Dalam Kehidupan Sehari-Hari
Halaman :
1.
Sutra
Bakti Seorang Anak
2.
Mengapa Melakukan
Kegiatan Ritual Buddhis?
3.
Masalah Terbesar
dalam Kehidupan Manusia
4.
Dalam Melafal
Amitabha
5.
Membuka Wawasan
Intersektarian
6.
Sad Paramita
7.
Pintu Pembebasan
8.
Mengapa Beragama
Buddha?
9.
Pencerahan
Bodhisattva Avalokitesvara
10.
Belas Kasih
dan Pribadi
11.
Fakta Kehidupan
12.
Apakah Karma
Itu?
13.
Riwayat dan
Nasehat Maha Upadhyaya Kuan Ching
14.
Harapan Terhadap
Generasi Muda Buddhis
15.
Perisai Dhamma
16.
Mencintai
Kehidupan
17.
Amitabha
Buddha dan Alam Sukhavati
18.
Kumpulan
Cerita Buddhis untuk Tua dan Muda
19.
Hidup Bahagia
dalam Perkawinan
20.
Bodhisattva
Kstigarbha
21.
Kesadaran
Dhamma
22.
Empat Ajaran
Liao-Fan
23.
Pintu Kebijaksanaan
24.
Buddha Dhamma
untuk Mahasiswa
25.
Buddhayana
- Sebuah Tinjauan Skolastik
26.
Waisak-Peristiwa
Historis dan Makna
27.
Raja Dhamma
yang Maha Bijaksana
28.
Jalan Menuju
Kebahagiaan
29.
Bimbingan
Hidup untuk Umat Awam
Ajaran Sang Buddha bagi Perumah-tangga
30.
Sutra Maha
Karuna Dharani
31.
Manfaat Tidak
Makan Daging
32.
Tiada Ajahn
Chah
33.
Hidup dan
Amarah
34.
Apa yang
Tidak Dicari Dalam Sebuah Agama
35.
Pendekatan
Kemanusiaan Menuju Perdamaian Dunia
36.
Menjadi Umat
Buddha dan Kewajiban Umat Buddha
37.
Buku Tuntunan
Puja Bhakti
38.
Jalan Menuju
Perubahan Nasib
39.
Bimbingan
Inspirasional Bagi Seorang Meditator
40.
Cinta Sejati
41.
Masalah dan
Tanggungjawab
42.
Your Are
Responsible
43.
Pesona Sang
Jalan
44.
Komik Raja
Asoka
45.
Cerita Bergambar
MILAREPA, Yogi Agung Dari Tibet
46.
Komik Sutra
Bakti Seorang Anak
47.
Kumpulan
Cerita Buddha
48.
Esensi Kebahagiaan
(Dalai Lama)
49.
Mengembangkan
Kebahagiaan dalam Kehidupan Sehari-Hari
50.
Jalan Hidup
Sejati
51.
Empat Belas
Pedoman
52.
Bunga Rampai
Dhammadesana
53.
Sari Ajaran
Sang Buddha
54.
Mengapa Kita
Harus Berbuat Kebajikan?
55.
Ajaran Ketuhanan
Dalam Agama Buddha
56.
Tragedi Manusia
dan Kemanusiaan: Merajut Perdamaian Dalam Perspektif
Agama Buddha
57.
Buddhisme
Sebagai Suatu Pendidikan
58.
Loving and
Dying
59.
Buddha dan
DhammaNya
60.
Buddha dan
PesanNya
61.
Kedamaian
Batin
62.
Anugerah
Kesejahteraan
MENJAGA BUKU
DHARMA
Buku Dharma berisi ajaran-ajaran Sang Buddha; mereka
memiliki kekuatan untuk melindungi kita dari kelahiran
di alam rendah dan menunjukkan jalan kepada pembebasan.
Oleh karenanya, buku Dharma harus diperlakukan dengan
penuh hormat jauhkan dari lantai dan tempat orang
duduk dan berjalan dan jangan dilangkahi. Buku Dharma
harus ditutupi dan dilindungi jika akan dipindahkan
ke tempat lain, dan disimpan di tempat yang tinggi,
dan bersih, terpisah dari benda-benda yang lebih ‘duniawi’.
Benda lain jangan ditempatkan di atas buku maupun
materi Dharma lainnya.
Menjilat jari untuk membalik halaman juga dianggap
sebagai bentuk karma yang buruk dan negatif. Jika
memang harus membuang benda-benda Dharma, janganlah
dicampakkan begitu saja ke tempat sampah, lebih baik
dibakar. Jika mau membakar naskah Dharma, akan dianggap
terampil jika diawali dengan membaca doa atau mantra,
seperti OM AH HUNG. Lalu Anda bisa memvisualisasikan
huruf-huruf dari naskah Dharma tersebut (yang akan
dibakar) terserap ke dalam AH, dan AH terserap ke
dalam diri Anda. Setelah itu, Anda boleh membakar
naskah tersebut.
Pertimbangan seperti ini juga harus diingat untuk
untuk benda-benda seni yang ada kaitannya dengan Dharma,
dan naskah maupun hasil seni dari agama lain.