Buku Dharma berisi ajaran-ajaran Sang Buddha; mereka
memiliki kekuatan untuk melindungi kita dari kelahiran
di alam rendah dan menunjukkan jalan kepada pembebasan.
Oleh karenanya, buku Dharma harus diperlakukan dengan
penuh hormat jauhkan dari lantai dan tempat orang
duduk dan berjalan dan jangan dilangkahi. Buku Dharma
harus ditutupi dan dilindungi jika akan dipindahkan
ke tempat lain, dan disimpan di tempat yang tinggi,
dan bersih, terpisah dari benda-benda yang lebih ‘duniawi’.
Benda lain jangan ditempatkan di atas buku maupun
materi Dharma lainnya.
Menjilat jari untuk membalik halaman juga dianggap
sebagai bentuk karma yang buruk dan negatif. Jika
memang harus membuang benda-benda Dharma, janganlah
dicampakkan begitu saja ke tempat sampah, lebih baik
dibakar. Jika mau membakar naskah Dharma, akan dianggap
terampil jika diawali dengan membaca doa atau mantra,
seperti OM AH HUNG. Lalu Anda bisa memvisualisasikan
huruf-huruf dari naskah Dharma tersebut (yang akan
dibakar) terserap ke dalam AH, dan AH terserap ke
dalam diri Anda. Setelah itu, Anda boleh membakar
naskah tersebut.
Pertimbangan seperti ini juga harus diingat untuk
untuk benda-benda seni yang ada kaitannya dengan Dharma,
dan naskah maupun hasil seni dari agama lain.