Raja Bimbisara yang berwibawa, sungguh membuat orang tak percaya melihatnya. Setelah Buddha Sakyamuni mencapai penerangan sempurna, Buddha Sakyamuni pergi ke berbagai tempat untuk membabarkan Dharma, dari hari ke hari pengikutnya pun semakin banyak
Sang Buddha mengajarkan cara bagaimana agar terlahir di alam Sukhavati dan dengan tulus mengandalkan kekuatan Buddha Amitabha untuk terlahir kembali di alam Sukhavati. Dalam hati Vedehi dan setiap orang yang ada di istana merasa sangat gembira.
Akhirnya Raja Ajatasattu pun sadar dan bertobat atas segala kesalahan yang telah diperbuatnya, meyakini ajaran Buddha dan menjadi salah seorang pelindung Dhamma. Lima ratus tahun setelah Sang Buddha mencapai parinibbana, berkat dukungan Raja Ajatasattulah, kitab “Kumpulan Para Arahat” berhasil diselesaikan.
Tata Krama
Layout & Grafis : Suyoto
Inti sari Dizigui, adalah ajaran dari guru besar (luhur) zaman dahulu. Pertama- tama mengajarkan bagaimana berbakti kepada orang tua, menghormati saudara yang lebih tua, menyayangi saudara yang lebih muda; Kemudian berbicara harus hail- hati, harus jujur kepada yang lain, dapat dipercaya. Mengerti menyayangi orang lain, menjadi manusia yang baik. Setelah semua ini telah dilaksanakan dengan baik, maka waktu lebih dapat digunakan untuk mempelajari ilmu dan kitab-kitab lain.
Selain belajar pelajaran sekolah, kita juga harus belajar dan mengerti bagaimana bersikap kepada orang lain, bagaimana mclakukan pekerjaan dengan baik, hagaimana menjadi anak yang baik. Porcuma raja jika hanya merniliki prestasi sekolah yang baik, tapi tingkah laku.
Sahabat Sejati
Layout & Grafis : Suyoto
Bagaimana menghadapi teman yang terlalu protektif atau mengikat? Teman yang sering bertanya, “Kamu mau kemana, pergi dengan siapa, mengapa kamu tidak bisa pergi dengan saya, apa sih yang terjadi?” Biasanya mereka memang menyusahkan, khususnya pacar. Menghadapinya, anda harus memiliki keyakinan yang kuat tentang hal yang boleh atau tidak untuk
dilakukan.Satu hal yang menyedihkan dari kehidupan ini adalah ketika kita dikhianati. Siapa di ruang ini yang merasa tidak pernah dikhianati? Siapa yang tidak pernah memiliki teman yang berkhianat? Ketika ini terjadi, kita merasa bahwa kitalah satu-satunya orang di dunia ini yang pernah merasakan penderitaan yang terdalam; kitalah satu-satunya orang yang di dunia yang memiliki teman yang berkhianat dan memperlakukan kita dengan sangat kejam. Tetapi ada hal cukup menakjubkan, jika kita mulai membicarakannya dengan orang lain, anda akan bertemu dengan banyak orang yang mengalami hal yang serupa.
Kedamaian Batin
Judul Asli : The Little Book of Inner Peace Penulis : YM Dalai Lama XIV Penerjemah : Wahib Winoto Layout & Grafis :Suyoto
Kebaikan hati, belas kasih, dan kebijaksanaan, selalu mendasari Yang Mulia Dalai Lama pada aktivitas sehari-harinya, baik kegiatan keagamaan, filosofis, maupun politisi. Prinsip-prinsip hidup yang dijalankannya bukan kata-kata kosong belaka. Ketika, pada tahun 1950 saat pendudukan Tibet oleh China, Dalai Lama muda menolak untuk melawan, dan perang antara David (Daud) dan Goliat tidak pernah terjadi.
Mengapa? Karena Dalai Lama menerapkan prinsip Buddhis tentang “Hidup tanpa kekerasan”, yang tak pernah dilanggarnya, meskipun rakyat yang tetap setia padanya menderita selama 40 tahun pendudukan Selama sekian tahun, Dalai Lama yang hidup terisolasi, di pengasingan, tanpa sokongan, dan terkadang terlihat idealistik. Akan tetapi, dia adalah atap hidup bagi rakyat Tibet Sehingga seorang yang baik dan bijak dapat memiliki suara di dunia yang terlalu sering tunduk pada kekuasaan dari kekuatan fisik, kekuasaan dari kekayaan, dan kekuasaan dari nafsu duniawi. Pada akhirnya tahun 1989, ketika beliau mendapat Hadiah Nobel Perdamaian di Oslo, pesan beliau akhirnya diakui seluruh dunia.
Sutra Maha Karuna Dharani
Cover/Tata Letak : Siladhamo Mulyono
Mantra Maha Karuna Dharani itu bukan saja berguna untuk para manusia penganut Buddha-dharma, akan tetapi juga baik untuk para Dewa di sorga-sorga, serta umat-umat awam sekalipun. Karena keampuhan yang luar biasa dari mantra ini, maka entah itu manusia atau Dewa, asalkan ia menjalamkan Dharma ini, bila ajalnya tiba maka para Buddha di sepuluh penjuru semesta akan memberikan restu kepada mereka, kemudian mereka akan dapat terlahir di Negeri Buddha atau Sorga-sorga lainnya sesuai keinginan mereka.
Bagi mereka yang rajin dan bersungguh-sungguh menjalankan Dharma ini, dan mengembagnkan perasaan cinta kasih dan belas kasihan (maitri karuna), dan bertekad menolong dan meyelamatkan para umat yang sedang menderita, membacakan mantra ini untuk mereka yang memerlukannya, maka Bodhisattva Avalokitesvara akan memohon kepada Malaikat (Dewa Pelindung), para Nagaraja, Vajra Guhyapada, serta makhluk suci lainnya agar mendatangi ke tempat mereka dan memberikan perlindungannya kepada mereka semua.
Penerbit Dian Dharma
(VIHARA EKAYANA GRHA)
Jl. Mangga II No.8, Duri Kepa
(Tanjung Duren Barat - Greenville)
Telp. (021) 5687921-22 Fax. (021) 5687923
Jakarta Barat 11510 - Indonesia